About

Rabu, 09 Januari 2013

UNICEF Indonesia ! menghipnotis...


ini kelanjutan.."Unicef ! membunuh anak-anak Ku"
keesokan harinya, pagi-pagi saya pergi ketempat Mall di mana saya mendaftar menjadi donatur Unicef, saking udah ngebetnya saya paling duluan nangkring dimall di temanin sama pak satpam mall, "kok pagi-pagi udah masuk mall pak, toko-tokokan belum ada yang buka yang jualan aja masih pada tidur,bapak emang masuk lewat mana kok bisa masuk? pak satpam nya aja bingung..!? saya masuk lewat basement mall itu di saat beberapa karyawan mulai masuk untuk mempersiapkan jualannya..

        sudah satu jam saya menunggu yang saya tunggu belum juga nongol,dengan kegelisahan, saya tetap nunggu karena tekat saya tadi malam dan hari ini, saya harus membatalkan keterlibatan saya sebagai donatur Unicef tersebut,satu jam setengah belum juga muncul,dua jam berlalu akhirnya saya jumpa dengan "si mbak" yang meluluhkan hati saya. dengan perasaan berdebar-debar saya kuatkan perasaan saya untuk mengutarakan niat saya. dan akhirnya saya katakan pada "si mbak" sebelumnya saya mohon maaf yang sebesarnya karena saya ingin membatalkan kepesertaan saya sebagai Donatur karena dengan alasan seperti yang saya ungkapkan di atas tadi,anghirnya si mbak bisa memaklumi dan mau membatalkan kepesertaan saya. dengan senangnya hati saya pengen rasanya saya peluk tu si embak, sayangnya dia ngelak untuk di peluk...hehehe...pikirnya "enak di elo,gak enak di gue..udah lo gagalin rencana gue dapat nasabah,mau lo peluk lagi gue.." dalam hati saya juga bilang "kan, saya hanya ingin ngungkapin rasa senang dan terima kasih saya mbak...hohoho".

       tapi satu hal yang saya senangi, pihak Unicef tidak memaksakan kehendak dalam arti tidak ada pemaksaan untuk mengikuti,mereka hanya menghimbau,menggugah dan mengajak kita untuk peduli kepada sesama,terutama kepada anak-anak indonesia yang kurang mampu dan keterbelakangan. hal itu sebenarnya yang membuat saya tergoda untuk andil,namun keterbatasan saya yang membuat saya tidak berdaya untuk membantu secara kontinue. dan ini adalah pelajaran juga bagi saya agar tidak mudah untuk memutuskan sesuatu hal yang belum benar-benar di pahami akan kemampuan dan kesanggupan sendiri dan satu hal lagi yang membuat saya takjub adalah kepiawaian "sales promotion girl unicef itu" bisa membius dan tetap bersahaja..hanya kata Salut dan terima kasih banyak kepada mereka, karena mereka bisa memaklumi saya..
harapan saya semoga kalian mendapatkan orang-orang yang tepat! bisa memjadi Donatur Unicef indonesia.

apresiasi saya...
ini kisah nyata saya..
boleh percaya boleh juga tidak...

salam damai

amz

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar